Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

** Senja yang Tertinggal di Larantuka**

Gambar
Sore itu, matahari perlahan tenggelam di pelukan langit Larantuka, seperti waktu yang enggan berpisah namun tak punya pilihan. Lampu-lampu kota mulai bernyala, menghias sunyi taman dan jalanan, sementara aku berdiri di tepi waktu, menunggu seseorang yang lama hanya tinggal dalam kenangan. Lalu kau datang— dari seberang jalan, membawa senyum yang sederhana namun cukup untuk membuat hatiku kembali percaya pada rasa. Sapamu hangat, jabatan tanganmu nyata, dan langkah kita mengalir menuju cerita yang tertunda. Di warung kecil, lalu di rumahmu, kita duduk bersama secangkir kopi dan laut yang luas di depan mata— kapal-kapal berlayar seperti mimpi yang tak pernah diam. Malam itu, kita menukar cerita— tentang masa kecil, tentang keluarga, tentang luka yang pernah diam-diam kita simpan. Hingga satu pertanyaanmu jatuh seperti batu di dasar hati: *"Apa komitmenmu setelah kuliah?"* Aku terdiam— bukan karena tak punya jawaban, tapi karena masa depan terasa terlalu jauh untuk dijanjikan. “...